Mentawai, GARDA PERS.ID – BPJS Kesehatan resmi meluncurkan program Layanan Ujung Negeri (Lanuri) secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan mempermudah akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa Lanuri merupakan bentuk optimalisasi layanan non-digital agar masyarakat yang memiliki keterbatasan akses geografis maupun infrastruktur teknologi tetap dapat memperoleh pelayanan JKN.
"Hari ini kita meluncurkan Lanuri secara serentak di 558 titik kabupaten/kota se-Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 179 titik menghadirkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling, sedangkan 379 titik lainnya memberikan layanan melalui Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA)," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah II, Nofi Hidayat, menjelaskan bahwa kehadiran Lanuri memberikan kemudahan bagi masyarakat di daerah terpencil dan perbatasan untuk memperoleh informasi, mengurus administrasi kepesertaan, hingga menyampaikan pengaduan terkait Program JKN.
"Lanuri memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil atau yang memiliki keterbatasan akses karena kondisi geografis. Di wilayah kami, kegiatan Lanuri dilaksanakan di Koperasi Merah Putih Sipora Jaya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, sementara pelayanan melalui VIOLA dilaksanakan di Pulau Sikakap," kata Nofi Hidayat.
Peluncuran Lanuri juga menjadi penanda berakhirnya agenda 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan, yang mencatat capaian kinerja akumulatif sebesar 91,53 persen.
Program quick wins tersebut terdiri atas empat Program Customer Centric untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta serta empat Program Collaborative yang bertujuan memperluas jangkauan layanan melalui kolaborasi lintas sektor.
Beberapa capaian utama yang berhasil diwujudkan antara lain penguatan layanan JKN di wilayah 3T melalui kerja sama kapal bantu rumah sakit, integrasi aplikasi P-Care untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penerapan sistem intelligence claim guna meningkatkan efisiensi dan mencegah potensi kecurangan (fraud).
BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan JKN yang adil, mudah dijangkau, dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), sehingga setiap warga memperoleh hak atas jaminan kesehatan yang setara.
(Tim Redaksi GARDA PERS.ID)

0Komentar