![]() |
| Ketua BPI KPNPA RI Mentawai, Tuhowolo Telambanua,S.IP |
Ketua BPI KPNPA RI Mentawai, Tuhowolo Telambanua,S.IP menyampaikan bahwa kelangkaan BBM subsidi, khususnya di Tuapejat, sudah berlangsung bertahun-tahun dan terus menjadi keluhan masyarakat.
“Kelangkaan BBM subsidi di SPBU Kilometer 2 Tuapejat bukan semata-mata karena pasokan yang terbatas.
Kuota BBM yang masuk ke SPBU sesuai dengan penebusan kepada Pertamina. Namun diduga ada pihak atau oknum yang membeli BBM subsidi dalam jumlah besar untuk kegiatan usaha atau industri,” ujarnya.
Menurut Tuhowolo, hingga saat ini belum terlihat sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pihak SPBU, dan instansi terkait dalam mencari solusi permanen terhadap persoalan kelangkaan BBM subsidi di Mentawai.
“Masyarakat Tuapejat saat ini sangat bergantung pada SPBU Kilometer 2 karena SPBU Kilometer 10 dan di Desa Sioban Kec. Sipora Selatan kab. Mentawai hampir t tidak beroperasi secara maksimal. Kondisi ini membuat masyarakat semakin kesulitan ketika terjadi kelangkaan BBM,” katanya.
BPI KPNPA RI Mentawai juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi, melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat, serta membuka peluang investasi bagi pengusaha yang ingin membangun SPBU baru di Mentawai guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, BPI KPNPA RI meminta agar aparat penegak hukum dan instansi pengawas melakukan pengawasan yang lebih intensif terhadap distribusi BBM subsidi sehingga bantuan pemerintah tersebut benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“BBM subsidi merupakan hak masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, pengawasan harus diperkuat agar tidak terjadi penyalahgunaan dan kelangkaan yang terus berulang setiap tahun di Mentawai,” tegasnya. ( Arif )
.jpg)


0Komentar